Dana Pensiun
Konferensi Waligereja Indonesia
FAQ
Bagaimana cara mendaftarkan diri sebagai Mitra Pendiri DP KWI ?
Mengisi Formulir Pernyataan yang juga harus ditandatangani oleh Uskup/Waligereja setempat
Kapan sebuah calon Mitra Pendiri sah menjadi Mitra Pendiri ?
Jika Otoritas Jasa Keuangan telah mensahkan perubahan Peraturan Dana Pensiun dari DP KWI
Kapan Mitra Pendiri dapat mendaftarkan karyawannya sebagai Peserta DP KWI ?
Hanya 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Apa saja yang harus diserahkan pada waktu pendaftaran calon peserta ?
Formulir Pendaftaran, Fotocopy Surat Pengangkatan Pegawai Tetap, Surat Lahir (bisa Surat Baptis untuk yang kristiani), Fotocopy KTP, pasfoto (4x6cm).
Apa ada berkas lain pada waktu pendaftaran untuk calon peserta yang sudah menikah ?
Ya, Fotocopy Surat Nikah, Fotocopy Kartu Keluarga, Fotocopy Surat Lahir Anak, pasfoto peserta dengan isteri/suami (pasfoto bersama)
Apa ada berkas lain pada waktu pendaftaran untuk calon peserta yang belum/tidak menikah ?
Ya, berupa Surat Penunjukan secara notarial
Apakah imam dan anggota Lembaga Hidup Bakti perlu buat Surat Penunjukan waktu didaftarkan sebagai calon peserta DP KWI ?
Ya, tidak harus secara notarial, tapi cukup ditandatangani oleh Pimpinan imam atau Lembaga Hidup Bakti ybs.
Siapa yang bisa ditunjuk oleh peserta dalam Surat Penunjukan ?
Bisa siapa saja, boleh perorangan, boleh suatu badan hukum
Apa kegunaan Surat Penunjukan ?
Jika peserta meninggal, maka yang ditunjuk dalam Surat Penunjukan berhak menerima manfaat pensiun atau sisa dana yang dibayarkan secara sekaligus.
Siapa yang berhak menerima manfaat pensiun atau sisa dana jika peserta atau pensiunan tidak menikah meninggal dan tidak ada Surat Penunjukan?
Yang berhak menerima adalah Ahli Waris peserta atau pensiunan ybs.