Dana Pensiun
Konferensi Waligereja Indonesia
FAQ
Suami dan isteri menjadi peserta DP KWI, jika salah satu meninggal, siapa yang menerima manfaat pensiun?
Yang menerima adalah janda/duda/anak dari peserta yang meninggal
Jika peserta pindah kerja ke Pemberi Kerja lain yang juga Mitra Pendiri DP KWI, apakah kepesertaan ybs. tetap bisa dilanjutkan ?
Ya, bisa
Jika peserta pindah kerja ke Pemberi Kerja lain yang bukan/belum menjadi Mitra Pendiri DP KWI, apakah kepesertaan ybs. tetap bisa dilanjutkan?
Tidak bisa
Jika peserta mencapai usia 55 tahun, namun masih tetap bekerja di Pemberi Kerja yang menjadi Mitra Pendiri, apakah peserta dapat menikmati Manfaat Pensiun?
Ya bisa. Pemberi Kerja tidak menerbitkan SK Pemberhentian, tetapi menyampaikan Surat Keterangan bahwa peserta mencapai usia 55 tahun dan ingin menikmati Manfaat Pensiunnya
Jika peserta berhenti bekerja atau berpindah kerja pada pemberi kerja lain yang bukan Mitra Pendiri DP KWI, apakah peserta boleh melanjutkan kepesertaannya dengan menanggung sendiri iuran Peserta dan pemberi kerja?
Tidak bisa.
Apakah yang dimaksud dengan Program Pensiun Manfaat Pasti ?
Peserta atau yang berhak akan menerima manfaat pensiun secara pasti sesuai Peraturan Dana Pensiun dari DP KWI. Iuran Peserta juga pasti. Tapi Iuran Pemberi Kerja (Mitra Pendiri) tidak pasti.
Apakah yang dimaksud dengan Program Pensiun Iuran Pasti ?
Iuran Peserta pasti, tetap manfaat pensiunnya tidak pasti tergantung pada hasil investasi dari Iuran tersebut
Apakah ada jenis dana pensiun lain yang bukan Dana Pensiun Pemberi Kerja?
Ya ada: Dana Pensiun Lembaga Keuangan dan Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan. Jenis yang terakhir belum ada di Indonesia.
Apa yang perlu diperhatikan agar Pensiunan (Peserta/Janda/Duda/Anak) tidak terhambat menerima manfaat pensiun bulanannya?
Setahun sekali harus mengirim Surat Keterangan Hidup sesuai Formulir yang ditentukan DP KWI dan sudah harus diterima kantor DP KWI paling lambat 30 September tahun berjalan.
Apa yang dimaksud dengan Sisa Dana ?
Dalam hal tidak ada lagi Pihak Yang Berhak menerima Manfaat Pensiun dan ternyata jumlah seluruh himpunan Iuran Peserta beserta hasil pengembangannya lebih besar dari jumlah seluruh Manfaat Pensiun yang dibayarkan, maka selisihnya (Sisa Dana) wajib dibayarkan secara sekaligus kepada Ahli Waris dari Peserta.